Demam Berdarah Dengue
Oleh : dr. Larangga Gempa B, Sp.PD Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Penularan virus tersebut diperantarai nyamuk Aedes sp. (Aedes aegepty dan Aedes Albopictus). Laporan tentang kasus DBD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Surabaya, lalu menyebar ke berbagai daerah di Indonesia sampai sekarang.DBD seringkali ditandai dengan demam yang bersifat mendadak, biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Pola demam pada DBD disebut bifasik atau ada hari dimana pasien mengeluhkan demam yang tinggi yakni pada hari ke 2-3, demam mulai berkurang pada hari ke 4-5 namun pada inilah fase kritis dari DBD, lalu pasien kembali demam pada hari ke 6 namun tidak setinggi awalnya.Keluhan lain dapat berupa, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri di belakang bola mata, mual, muntah serta pada beberapa kasus terdapat bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, buang air besar disertai darah segar atau kehitaman. Bahkan pada tingkatan yang lebih serius terdapat penurunan tekanan darah disertai tangan dan kaki yang dingin (syok) bahkan penurunan kesadaran.Jika seseorang mengalami keluhan di atas sebaiknya langsung berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini sangat penting dilakukan untuk melakukan evaluasi lanjutan. Selain menyampaikan keluhan yang dirasakan, pasien akan dilakukan pemeriksaan fisik dan juga laboratorium.Pemeriksaan laboratorium yang seringkali dilakukan adalah periksaan Darah Lengkap (DL), pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin, hematokrit, leukosit serta trombosit. Dokter akan menginformasikan kepada pasien bahwa dirinya dicurigai DBD jika didapatkan peningkatan kadar Hematokrit, penurunan kadar leukosit, serta yang paling umum terjadi adalah penurunan kadar trombosit. Pada beberapa fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dapat dilakukan pemeriksaan NS1 serta IgG-IgM anti Dengue.Jika seseorang diduga DBD, maka dia tidak langsung dirawat inap. Dokter akan mengevaluasi apakah pasien tersebut memiliki indikasi rawat inap atau tidak. Beberapa indikasi yang mengharuskan pasien dirawat adalah mual muntah hebat sehingga tidak dapat makan dan minum, nyeri perut hebat, terdapat tanda-tanda syok, perdarahan seperti mimisan yang sulit berhenti, sesak nafas atau nafas tersengal-sengal, muntah darah, buang air besar darah segar maupun warna kehitaman, penurunan kesadaran. Serta ada beberapa indikasi lain seperti, pasien merupakan lansia, bayi dan anak-anak, serta pasien yang aksesnya jauh dari fasilitas kesehatan.Jika pasien tidak memiliki indikasi di atas maka, dapat dilakukan perawatan di rumah. Hal – hal yang perlu diperhatikan selama di rumah adalah, optimalkan asupan makan dan cairan, jangan sampai pasien mengalami dehidrasi, mengukur suhu setidaknya 2-3 kali perhari, waspada tanda-tanda syok dan perdarahan seperti di atas, istirahat yang cukup, kompres hangat, menggunakan obat penurun demam seperti parasetamol, serta rutin memeriksakan diri ke faskes terdekat setidaknya sehari sekali untuk memantau kadar hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit.Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan demam berdarah yaitu dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Plus seperti menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah daur ulang plus menggunakan lotion anti nyamuk, penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik dan lain-lain.
Demam Berdarah Dengue Read More »
