Author name: idiwilntb

Pelantikan Kepengurusan IDI Wilayah NTB Cabang Sumbawa masa bakti 2022-2025

Minggu, 05 Juni 2022 telah dilaksanakan Pelantikan Kepengurusan IDI Wilayah NTB Cabang Sumbawa masa bakti 2022-2025 dengan ketua terpilihdr. Mega Harta, MPH. Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua IDI Wilayah NTB DR.dr.Rohadi, Sp.BS (K) FICS, FINPS bertempat di Aula H. Madilaoe Lantai III Kantor Bupati Sumbawa

Pelantikan Kepengurusan IDI Wilayah NTB Cabang Sumbawa masa bakti 2022-2025 Read More »

Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ke-114, IDI Wilayah NTB Cabang Kota Mataram

Masih dalam rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ke-114, IDI Wilayah NTB Cabang Kota Mataram bekerjasama dengan Ismakes (Ikatan Mahasiswa Kesehatan) Kota Mataram menyelenggarakan Diskusi Ilmiah Bersama Mahasiswa Keperawatan dengan topik Pemasangan Kateter Uretra, dengan pembicara dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK. Acara diadakan di sekretariat IDI Kota Mataram pada hari Sabtu, 04 Juni 2022.

Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ke-114, IDI Wilayah NTB Cabang Kota Mataram Read More »

ANC dan USG Gratis dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia

Oleh: Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat Waktu: Jumat, 20 Mei 2022 (sekarang H-4) jam 07.30-11.30 (include ceremonial) Lokasi: Puskesmas Kuripan, Kab. Lombok Barat (akses dari kota mataram mudah) Target peserta: sebanyak 40 org Ibu Hamil (semua trimester) Risiko Tinggi, terlebih yg TIDAK memiliki jaminan kesehatan di Wilayah kerja Pkm Kuripan Pemeriksa: 2 dokter -dr. Rizkinov, Sp. OG (membawa 1 usg) Panitia: Bid. Pengmas dan Tanggap bencana IDI WILAYAH NTB Susunan acara: terlampir Kebutuhan dana dan fasilitas: terlampir

ANC dan USG Gratis dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia Read More »

Mengenal Kemampuan Ambidextrous yang Unik dan Langka

Kemampuan ambidextrous adalah istilah bagi orang yang dapat menggunakan kedua tangannya dengan sama baik, seperti makan, menulis, menggambar, atau menggosok gigi. Kondisi spesial ini terbilang langka. Pada umumnya, anak-anak dilatih untuk lebih banyak menggunakan tangan kanannya. Selain tangan kanan, tidak sedikit pula anak yang tangan kirinya lebih dominan atau disebut kidal. Di luar kedua jenis tersebut, ada pula segelintir anak yang mahir menggunakan kedua tangannya dengan sama baiknya. Kondisi ini disebut dengan ambidextrous.  Apa itu ambidextrous? Ambidextrous adalah istilah bagi sekelompok orang yang dapat menggunakan kedua tangannya dengan sama baik untuk melakukan berbagai tugas, seperti makan, menulis, mengangkat, menggambar, menggosok, dan lainnya.Kemampuan ini dinilai sangat langka, bahkan hanya ada 1 persen dari jumlah populasi manusia di bumi yang memilikinya.Ketika anak biasa menggunakan tangan kanan untuk menulis, ia biasanya akan merasa kaku jika harus menulis menggunakan tangan kiri. Begitupun sebaliknya, jika anak kidal maka ia akan kesulitan untuk menulis dengan tangan kanan.Akan tetapi, anak dengan ambidextrous mampu menggunakan kedua tangannya dengan seimbang tanpa merasa kaku.Keterampilan ini akan sangat mempermudah anak pada situasi tertentu. Bila tangan kanan anak terluka, maka ia dapat menggunakan tangan kirinya sebagai pengganti dengan baik, begitu juga sebaliknya.Salah satu tokoh terkenal yang memiliki keterampilan ambidextrous adalah Leonardo da Vinci. Penyebab anak memiliki kemampuan ambidextrous Sisi otak yang lebih dominan tampak kurang jelas pada anak ambidextrousApa yang menyebabkan anak memiliki ambidextrous belum diketahui secara pasti. Namun, kemampuannya ini kerap dikaitkan dengan belahan otak (sisi kiri dan sisi kanan), dan berbagai faktor lainnya. Belahan otak Penelitian menunjukkan bahwa orang yang cenderung menggunakan tangan kanan secara alami, maka otak kirinya lebih dominan. Sementara itu, pada orang ambidextrous, sisi otak yang lebih dominan tampak kurang jelas. Hal ini membuat mereka dapat menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya. Genetik Ambidextrous adalah kemampuan yang juga bisa saja diwariskan dari orangtua. Sebab, kemampuan menggunakan tangan ditentukan oleh 25 persen faktor genetik dan 75 persen faktor nongenetik, misalnya pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan Selain itu, seseorang bisa menjadi ambidextrous karena adanya tekanan, cedera, atau kepentingan dalam olahraga. Misalnya, anak mengalami cedera pada tangan dominannya sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik, akibatnya ia akan menyesuaikan diri menggunakan tangan yang tidak dominan agar bisa beraktivitas.Namun, kemampuan ambidextrous ini biasanya hanya dapat dilakukan untuk tugas tertentu. Anak ambidexterous memiliki kecerdasan yang lebih rendah? Meski dapat menggunakan kedua tangannya dengan sama baik, anak dengan kemampuan ambidextrous disinyalir memiliki kecerdasan yang lebih rendah daripada anak yang dominan dengan tangan kanan atau kiri.Kemampuan fisiknya disebut lebih baik daripada kemampuan berpikir. Itulah mengapa ambidextrous cenderung berprestasi dalam bidang olahraga, seni, dan musik. Hal ini juga dikaitkan dengan tingkat kreativitasnya yang lebih tinggi daripada skor tes IQ-nya.Para peneliti dari Imperial College London dan lembaga-lembaga Eropa lain mengevaluasi hampir 8.000 anak-anak Finlandia, di mana 87 anak di antaranya merupakan ambidextrous.Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak ambidextrous yang berusia 7-8 tahun dua kali lebih mungkin mengalami kesulitan dalam bahasa, matematika, dan memiliki kinerja yang buruk di sekolah. Anak ambidextrous dua kali lebih berisiko mengalami ADHDAnak-anak dengan ambidextrous juga dua kali lebih berisiko mengalami gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ketika mereka mencapai usia remaja, yaitu sekitar 15 atau 16 tahun. Bahkan gejala ADHD bisa lebih parah daripada anak-anak yang kidal.Diperkirakan bahwa ADHD memengaruhi 3-9 persen anak-anak usia sekolah dan remaja. Para remaja ambidextrous juga melaporkan memiliki kesulitan yang lebih besar dengan bahasa daripada mereka yang dominan dengan tangan kanan atau kiri.Akan tetapi, karena ambidextrous adalah kondisi yang jarang terjadi maka penelitian tersebut hanya terbatas pada sekelompok kecil saja.Oleh sebab itu, hasil penelitian tersebut tak bisa diartikan bahwa semua anak dengan ambidextrous akan memiliki masalah pada bahasa, matematika, kinerja di sekolah, maupun mengembangkan ADHD. Sementara itu, jika anak menunjukkan tanda-tanda ADHD, seperti sulit fokus, hiperaktif, impulsif, dan lainnya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.Dokter akan memberi arahan yang terbaik untuk permasalahan anak Anda tersebut sehingga kondisi tersebut bisa dikendalikan dengan baik. Baca Juga Tes IQ Anak Tidak Dapat Jadi Patokan Kecerdasan Si Kecil, Ini AlasannyaBagaimana Pola Asuh Orang Tua untuk Anak Sindrom Down?Memahami Perbedaan Minat dan Bakat pada anak Mana tangan anak yang lebih dominan? Mayoritas anak-anak memiliki satu tangan yang lebih dominan daripada tangan yang lain untuk melakukan tugas motorik halus dan kasar dalam kehidupan sehari-hari. Genetik dan otak individu lah yang memainkan peran dalam menentukan tangan yang dominan tersebut.Beberapa anak pun bisa menemukannya sejak dini, di mana bayi mengembangkan keterampilan menggunakan satu tangan pada usia 7-9 bulan.Lalu, pada usia 10-11 bulan, mereka mengembangkan preferensi tangan atau keterampilan tangan dominan tersebut secara konsisten. Sementara itu, pada usia 18-24 bulan, tangan yang lebih dominan pada anak mulai stabil.Akan tetapi, beberapa anak bisa lebih lambat hingga bahkan baru stabil di usia 4-6 tahun. Ketika anak memegang sesuatu atau belajar menulis, maka akan terlihat tangan mana yang dominan. Pada umumnya, seorang anak akan dominan pada tangan kanan, kiri (kidal), ataupun ambidextrous. Meski mungkin masih terdengar asing di telinga Anda, ambidextrous juga dapat terjadi pada beberapa anak.Sementara itu, jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga. Sumber: SehatQ

Mengenal Kemampuan Ambidextrous yang Unik dan Langka Read More »

8 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif yang Bisa Orangtua Kenali

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif dapat terlihat pada kemampuannya untuk fokus. Anak yang aktif cenderung bisa fokus terhadap satu hal, sedangkan anak hiperaktif sulit melakukannya. Perbedaan anak aktif dan hiperaktif terkadang membingungkan. Anak aktif bisa menandakan kondisi tubuhnya sehat, tapi bisa juga menunjukkan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Meski demikian, anak aktif dan penuh energi tidak selalu berarti memiliki masalah terkait hiperaktivitas.Bagi orangtua yang tidak mengetahui apa itu hiperaktif, hiperaktif adalah kondisi di mana anak tidak bisa diam atau bahkan sulit fokus. Kecurigaan apakah anak yang penuh energi sekadar aktif atau justru hiperaktif, dapat diperhatikan dari kemampuannya melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Perbedaan anak aktif dan hiperaktif Jika dilihat sekilas, perbedaan anak aktif dan hiperaktif sulit dikenali. Namun, berikut beberapa perbedaan yang dapat Anda perhatikan: 1. Kemampuan fokus Anak hiperaktif sulit untuk fokus pada suatu halAnak aktif cenderung dapat fokus terhadap satu hal walaupun perhatiannya mudah teralihkan saat melihat hal-hal yang menarik. Namun, itu merupakan hal yang wajar terjadi pada anak-anak. Sementara itu, anak hiperaktif sulit untuk fokus pada suatu hal, dan tidak bisa mengendalikan diri untuk terus bergerak. Kondisi ini bisa membuat anak susah berkonsentrasi, misalnya dalam mengikuti pelajaran di sekolah. 2. Memproses informasi Perbedaan anak aktif dan hiperaktif juga terletak pada kemampuannya memproses informasi. Anak aktif biasanya tidak akan mengalami kesulitan yang signifikan ketika harus memproses informasi. Rasa ingin tahunya yang besar juga membuat mereka cenderung pintar.Di sisi lain, anak hiperaktif bisa terhambat saat memproses informasi secara akurat. Perbedaan ini dapat terlihat secara akademis ketika murid harus merespons instruksi dengan cepat sekaligus akurat. 3. Cara bicara Bukan hanya pergerakannya yang lebih aktif, anak hiperaktif adalah anak yang juga banyak berbicara. Ia bahkan suka menyela pembicaraan orang lain atau ikut berbicara pada obrolan yang tidak melibatkan dirinya.Namun, berbeda dengan ciri-ciri anak hiperaktif, anak yang sekadar aktif lebih mudah diajak berbicara dan bisa menangkap kosakata yang diajarkan. 4. Mengikuti instruksi Anak hiperaktif bisa mengalami kesulitan mengikuti instruksi dan tetap terorganisasi. Contohnya, saat mengikuti kegiatan di sekolah, anak hiperkatif kesulitan bekerja sama dengan teman sebayanya atau mengikuti instruksi permainan. Selain itu, anak terlalu aktif juga sulit untuk mengorganisasi, merencanakan, menyusun skala prioritas, hingga mengingat detail terkecil dari hal yang bersinggungan dengannya.Di sisi lain, anak aktif tidak mengalami kesulitan berarti menjalankan hal tersebut. Meski punya energi melimpah, anak aktif tetap bisa fokus ketika sedang berusaha mewujudkan sebuah target. 5. Mengendalikan emosi Anak hiperaktif memiliki perasaan yang lebih sensitifSetiap anak memiliki cara berbeda menunjukkan emosi mereka, termasuk saat sedang tantrum sekalipun. Namun yang membedakan anak aktif dan hiperaktif adalah ketika merasakan emosi.Anak aktif bisa menjaga perasaannya dan tidak mudah menangis, kecuali saat marah, kesal, ataupun sedih.Sementara itu, anak hiperaktif memiliki perasaan yang lebih sensitif dan mudah merasa frustrasi sekaligus kewalahan dengan emosi yang muncul. Hal ini membuat anak menjadi mudah menangis. 6. Rasa lelah Perbedaan anak aktif dan hiperaktif selanjutnya terletak pada rasa lelah. Ketika merasa lelah, anak aktif akan beristirahat dan tidur untuk mengembalikan energi.Namun, anak hiperaktif seperti tidak mengenal rasa lelah. Ia cenderung memiliki waktu tidur yang lebih pendek, bahkan bisa mengalami ledakan energi di malam hari yang membuatnya sulit tidur. 7. Pergaulan dan hubungan sosial Dalam bersosialisasi, anak aktif biasanya mudah diterima karena cenderung lebih sabar dan mau mengalah. Sedangkan, anak hiperaktif tidak sabar dan enggan mengalah. Misalnya, ia tidak mau bergantian memainkan mainan yang disukainya. Kondisi ini membuat anak super aktif sering kali dijauhi oleh teman-temannya. Dalam jangka panjang, anak hiperaktif cenderung dapat menutup diri karena memiliki rasa percaya diri rendah. 8. Kedewasaan Secara usia, anak hiperaktif juga mencapai tahap kedewasaan lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Contohnya. anak berusia 12 tahun bisa saja masih berpikir dan berperilaku seperti anak-anak, alih-alih sebagai anak remaja. Kemampuan mengambil keputusan terkait hal berisiko hingga pertemanan pun lebih lambat.Selain beberapa parameter di atas yang dapat membedakan anak aktif atau hiperaktif, gejala adanya masalah ADHD dapat terlihat seiring dengan pertumbuhan anak. Idealnya, anak yang aktif akan menunjukkan perkembangan fisik sekaligus psikologis sesuai dengan rentang usianya. Namun, anak hiperaktif bisa lebih lambat berkembang dibandingkan dengan usia seharusnya. Baca Juga Mengenal Generasi Alpha dan Cara Mendidiknya6 Tips Parenting Anak Cerdas Sesuai Rekomendasi Psikolog9 Etika Menggunakan HP yang Remaja Harus Tahu Cara menghadapi anak aktif Mengatur anak yang super aktif memang bukan hal yang mudah. Ia mungkin cenderung tidak bisa diam meskipun Anda memarahinya. Namun, berikut adalah beberapa cara menghadapi anak aktif yang bisa Anda lakukan: Terapkan aturan yang jelas di rumah Ingatkan anak untuk berhenti saat tidak bisa diam, tetapi jangan meneriakinya Buat instruksi yang rumit menjadi sederhana agar mudah dipahami Jauhkan anak dari hal-hal yang mengganggu perhatiannya Bantu anak membuat daftar tugas yang sederhana Berikan pujian pada anak saat menyelesaikan tugas dengan baik Beri waktu anak untuk bereksplorasi, misalnya bermain di luar Ajarkan anak untuk berdisiplin. Apabila Anda merasa kewalahan menghadapi anak, Anda bisa meminta bantuan pada pasangan atau keluarga. Berkonsultasi pada dokter juga mungkin diperlukan untuk memahami kondisi anak. Apakah anak terkena ADHD? Setelah memahami perbedaan anak aktif dan hiperaktif, terkadang orangtua merasa khawatir jika perilaku yang ditunjukkan anaknya merupakan tanda anak ADHD.Walaupun anak aktif artinya bukan selalu ADHD, orangtua perlu mewaspadai hal ini. ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif.Kondisi ini bisa sulit diidentifikasi sehingga penting mempertimbangkan segala aspek, bukan hanya soal berenergi atau tidaknya seorang anak. Terdapat beberapa gejala ADHD pada anak yang bisa orangtua waspadai, yakni: Tidak bisa duduk diam Melakukan gerakan yang berlebihan, seperti mondar-mandir atau melompat-lompat Sulit mengikuti suatu kegiatan dengan tenang Rentang fokus lebih pendek dan mudah terganggu Cenderung pelupa dan suka kehilangan barang Tidak mendengarkan atau menjalankan instruksi Kesulitan mengatur tugas Banyak berbicara Tidak bisa mengantre atau menunggu giliran Bertindak tanpa berpikir bahkan melakukan hal berisiko. Jika orangtua memiliki kekhawatiran anak terlalu aktif itu tandanya ADHD, konsultasikan kepada dokter spesialis anak. Dengan intervensi dan penanganan yang tepat, anak dengan ADHD bisa memiliki kualitas hidup yang baik.Perawatan standar untuk ADHD pada anak dilakukan dengan obat-obatan, terapi perilaku, konseling, dan layanan pendidikan. Perawatan ini dapat membantu meredakan gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan.Jika Anda ingin tahu lebih banyak perbedaan anak aktif dan hiperaktif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. Sumber: SehatQ

8 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif yang Bisa Orangtua Kenali Read More »

Ini Pantangan Setelah Vaksin Booster yang Perlu Diketahui

Pantangan setelah vaksin booster adalah berolahraga berat, mengabaikan protokol kesehatan, merokok, minum alkohol, dan mengunggah sertifikat vaksin ke dunia maya. Menjauhi pantangan akan membuat masa pemulihan sesudah vaksin lebih nyaman. Menerima vaksin booster akan meningkatkan imun tubuh. Dengan ini, tubuh Anda akan lebih siap ketika mendapatkan serangan virus Covid-19.Namun perlu diingat bahwa butuh beberapa minggu hingga kekebalan tercipta secara maksimal. Karena itu, setelah menjalani vaksin booster, ada beberapa pantangan yang harus Anda hindari. Pantangan setelah vaksin booster Covid-19 Beberapa pantangan setelah vaksin booster yang perlu Anda hindari meliputi: 1. Berolahraga berat Tunda olahraga berat setelah vaksin Covid-19Setelah mendapatkan vaksin booster, Anda tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat setidaknya selama dua hingga tiga hari. Meski begitu, olahraga ringan tetap dianjurkan guna menjaga kebugaran.Olahraga berat atau aktivitas fisik yang terlalu berlebihan akan membuat tubuh kelelahan dan stres. Sebagai akibatnya, efek samping vaksin akan terasa lebih berat. 2. Merokok Melansir dari UNICEF, Anda dianjurkan untuk tidak merokok sesudah menerima vaksin booster. Pasalnya, rokok berpotensi memperparah efek samping vaksin.Rokok juga dikhawatirkan dapat memperburuk respons sistem imun, sehingga mengganggu efektivitas vaksin. Namun hingga saat ini, penelitian tentang hubungan rokok dan efektivitas vaksin belum banyak dilakukan. 3. Minum alkohol Pantangan setelah vaksin yang perlu Anda hindari selanjutnya adalah minum alkohol. Anda dilarang mengonsumsi zat ini setidaknya selama 24 jam setelah mendapatkan vaksin booster.Alkohol bisa mengurangi kesadaran seseorang. Karena itu, risiko Anda tidak menyadari adanya efek samping vaksin yang berbahaya saat mabuk, bisa meningkat. Misalnya, saat mabuk, Anda bisa saja tidak sadar bahwa sedang mengalami reaksi alergi akibat vaksin.Sama seperti rokok, adanya alkohol dalam tubuh juga dikhawatirkan akan menurunkan respons sitem imun. Akibatnya, efektivitas vaksin dapat terganggu. Untuk menghindari risiko ini, tunda minum alkohol selama setidaknya satu hari setelah vaksin. 4. Mengabaikan protokol kesehatan Setelah vaksin booster tetap harus pakai maskerMenerima vaksin booster bukan berarti akan membuat Anda kebal 100% terhadap penularan Covid-19. Jadi protokol kesehatan harus tetap Anda terapkan secara ketat.Tetaplah menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, menjauhi kerumunan, menjaga jarak minimal satu meter dari orang lain, serta membatasi mobilitas.Lagi pula, dibutuhkan beberapa waktu hingga vaksin booster bisa benar-benar efektif dalam melindungi tubuh.Melansir dari situs Health, ahli penyakit infeksi dari Johns Hopkins Center for Health Security, dokter Amesh A. Adalja, menyebutkan bahwa vaksin booster yang terbuat dari mRNA (seperti vaksin Pfizer) akan mulai menunjukkan kinerja dalam tujuh hari sesudah disuntikkan dan memberikan proteksi maksimal dalam dua minggu pasca-penyuntikan. 5. Mengunggah sertivikat vaksin ke dunia maya Mengunggah sertifikat vaksin booster ke media sosial secara lengkap tanpa disensor juga termasuk sebagai pantangan setelah vaksin. Pasalnya, gambar ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.Pada sertifikat vaksin, tertera nomor KTP dan tanggal lahir lengkap Anda. Begitu juga batch vaksin dan tanggal vaksin diberikan.Jika Anda mengunggah gambar yang berisi begitu banyak data pribadi seperti sertifikat vaksin, risiko penyalahgunaan data akan semakin tinggi.Beberapa orang mungkin saja mencuri identitas Anda dan mengklaim bahwa sertifikat tersebut miliknya, maupun menggunakan data Anda untuk hal-hal berbahaya lainnya.Baca Juga: Berbagai artikel terkini seputar Covid-19 Antisipasi efek samping setelah vaksin booster Setelah vaksin booster, Anda mungkin akan merasakan beberapa efek samping yang berupa: Nyeri, bengkak, atau kemerahan di area bekas penyuntikan Nyeri badan atau nyeri otot Sakit kepala Lemas atau lelah Demam Mual Demam dan menggigil Tingkat keparahan efek samping vaksin booster yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda. Sebagian orang bisa saja tidak merasakan efek samping, sementara sebagian lainnya mungkin saja mengalami efek samping yang cukup intens.Selama Anda menghindari pantangan setelah vaksin booster, proses pemulihan dari efek sampingnya dapat berlangsung dengan baik.Efek samping tersebut biasanya akan pulih sendiri dalam waktu beberapa hari. Tapi Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk meredakan gejala yang mengganggu: Kompres area bekas penyuntikan dengan kompres dingin Gerakkan tangan yang disuntik secara aktif Banyak minum air putih Gunakan pakaian lebih tipis agar demam bisa segera turun Minum obat pereda nyeri atau penurun panas, seperti paracetamol Baca Juga Serba-serbi Vaksin AstraZeneca untuk Covid-199 Gejala Varian Omicron dan Kapan Seseorang Boleh Selesai Isolasi?Sedang Isoman di Rumah? Ini Daftar Vitamin untuk Covid Menurut Rekomendasi Dokter Catatan dari SehatQ Menerima vaksin Covid-19 serta menjalani protokol kesehatan 5M adalah satu ‘paket’ dan tidak bisa dipisahkan. Dengan menerima dan menerapkan keduanya, perlindungan tubuh dari virus corona pun dapat maksimal dan pandemi bisa cepat berakhir.Jika ingin tahu lebih banyak tentang vaksin Covid-19 dan pelaksanaannya, Anda bisa bertanya llangsung melalui fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store dan Google Play. Sumber: SehatQ

Ini Pantangan Setelah Vaksin Booster yang Perlu Diketahui Read More »

Scroll to Top